Artikel

Bajak dan Tandur di Sawah



Pertualangan kali ini, Ola dan Ayah belajar membajak dan menandur sawah. Sebelum menanam benih padi disawah, Ola dan Ayah akan membajak sawah terlebih dahulu. Tujuan utama dari membajak sawah ini adalah untuk membawa atau mengolah tanah bagian dalam yang subur kepermukaan. Biasanya bajak ditarik hewan kerbau atau sapi di berbagai daerah di Indonesia. Manfaat membajak mengunakan kerbau atau sapi banyak sekali, berbagai diantaranya adalah ramah lingkungan, menyuburkan tanah dan melestarikan budaya yang ada sejak turun menurun. Wah ..beruntung banget nih Ola masih bisa melihat cara yang masih tradisional dan ikuti langsung prosesnya seperti ini. Nah ini hasilnya.

Proses selanjutnya adalah mengumpulkan benih padi untuk ditanam, biasanya benih sudah siap pindah tanam setelah muncul 4 sampai 5 daun atau berumur 10 s/d 25 hari, sebab pada umur ini akar benih sudah mulai kokoh dan kuat.

Ola dan Ayah membantu petani mengikatkan benih padinya terlebih dahulu, agar memudahkan dibawa ketika akan ditanam. Setelah terkumpul banyak Ola dan Ayah pindah ke petak sawah yang yang siap tanam.
Kegiatan selanjutnya adalah tandur sawah. Tandur adalah singkatan dari tanam mundur istilahnya yang sering digunakan oleh petani atau istilah dalam KBBInya adalah Tanam Padi.

Proses pertama tandur adalah mengambil dan mengumpulkan benih padinya, setelah terkumpul lalu kita tanam benih padinya. Harus hati hati menanam benih padinya agar hasilnya rapih.

Menanam benih padi harus diberi jarak satu dengan yang lainnya , sekitar 20 s/d 30 cm, karena ketika membesar nanti akan menghasilkan rumpun yang banyak dan pertumbuhannyapun akan lebih baik.

Selanjutnya kita akan tunggu hasilnya dalam beberapa bulan kedepan.
Semoga petualangan Ola kali ini bermanfaat bagi kelestarian budaya yang ada sejak turun menurun. Salam hangat dari Ola.

 

Tujuan akhir dari bertani bukanlah menumbuhkan tanaman, tetapi menjaga kehidupan.

Ola The Explorer